Memilih program studi adalah keputusan besar, dan pertanyaan yang paling sering muncul sederhana saja, yaitu untuk apa. Tulisan ini mengajak calon mahasiswa dan mahasiswa baru melihat alasan belajar di Prodi Pendidikan Bahasa Arab dari tiga sisi, yaitu kedudukan bahasa Arab, peluang yang disiapkan prodi, dan cara menjaga motivasi selama kuliah.

Bahasa Arab bukan bahasa pinggiran
Bahasa Arab memiliki kedudukan internasional yang kuat. Selain menjadi bahasa Al-Qur'an, bahasa ini juga dipakai secara resmi dalam lembaga dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat bahwa bahasa Arab dipakai sehari-hari oleh lebih dari 400 juta orang dan ditetapkan sebagai bahasa resmi keenam organisasi itu pada 1973 (United Nations, t.t.). Penetapan tersebut tertuang dalam Resolusi Majelis Umum 3190 yang disahkan pada 18 Desember 1973, tanggal yang kini diperingati sebagai Hari Bahasa Arab (United Nations General Assembly, 1973). Artinya, orang yang menguasai bahasa Arab memegang kunci menuju sumber keagamaan sekaligus forum resmi dunia.
Madrasah membutuhkan pendidik bahasa Arab
Di Indonesia, bahasa Arab diajarkan secara resmi di madrasah. Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 mengatur kurikulum Pendidikan Agama Islam dan bahasa Arab di madrasah, dengan bahasa Arab sebagai salah satu mata pelajarannya, dan mulai berlaku pada tahun pelajaran 2020/2021 (Sekretariat Kabinet RI, 2020). Kerangka itu kemudian diperbarui melalui KMA Nomor 347 Tahun 2022 yang lebih lentur dan sejalan dengan Kurikulum Merdeka (Rifa'i dkk., 2025). Skalanya pun besar. Data Badan Pusat Statistik yang diolah GoodStats mencatat 26.826 madrasah ibtidaiyah, 19.389 madrasah tsanawiyah, dan 10.231 madrasah aliyah pada tahun ajaran 2025/2026 (Hakiki, 2026). Angka ini perlu dibaca dengan hati-hati, karena jumlah madrasah tidak sama dengan jumlah lowongan guru. Namun, angka itu menunjukkan bahwa bidang tempat lulusan PBA berkarya memang luas dan tersebar hingga ke daerah.
Apa yang disiapkan prodi
Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon merumuskan empat profil lulusan dalam kurikulum berbasis capaiannya. Profil lulusan adalah gambaran peran yang ditargetkan dapat dijalankan lulusan setelah menyelesaikan studi. Keempatnya adalah pendidik atau guru bahasa Arab di sekolah dasar dan menengah, pengembang teknologi pembelajaran, peneliti pembelajaran bahasa Arab tingkat pemula, dan penerjemah pemula untuk teks pendidikan, kebahasaan, dan keagamaan (Prodi PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, 2025). Dokumen yang sama mencatat bahwa prodi terakreditasi Unggul berdasarkan SK LAMDIK tahun 2022 dan menjadikan ciri siber sebagai pembeda, misalnya melalui mata kuliah Cyber Culture serta pemanfaatan e-learning dan studio pembelajaran digital. Contohnya, selain belajar mengajar di kelas, mahasiswa juga belajar membuat video atau aplikasi sederhana untuk pelajaran mufradat. Perlu diingat bahwa profil lulusan adalah target kurikulum, bukan jaminan pekerjaan. Hasil akhirnya tetap bergantung pada kesungguhan mahasiswa memanfaatkan apa yang disediakan.
Setiap orang punya alasan yang berbeda
Alasan memilih PBA ternyata beragam. Ada yang datang dari pesantren dan ingin memperdalam apa yang sudah dipelajari, ada pula yang berangkat dari sekolah umum dengan bekal yang masih tipis. Penelitian di IAIN Kerinci menemukan bahwa lulusan SMA yang memilih PBA terdorong oleh tiga motif, yaitu motif keagamaan untuk memahami dan mengajarkan ajaran Islam, motif akademik untuk menguasai ilmu dan keterampilan berbahasa Arab, serta motif profesional seperti menjadi guru dan mampu bercakap dalam bahasa Arab (Yul dkk., 2025). Edidarmo dan Fudhaili (2023) menambahkan bahwa di Indonesia bahasa Arab berperan ganda sebagai alat komunikasi dan pintu menuju ilmu keislaman, sehingga motivasi spiritual layak mendapat tempat dalam pembelajarannya. Tidak semua mahasiswa memulai dengan alasan sekuat itu. Di IAIN Langsa, sebagian mahasiswa PBA mengaku bahwa prodi ini bukan pilihan pertama mereka (Lubis dkk., 2022). Kabar baiknya, alasan untuk belajar tidak harus sudah lengkap sejak hari pertama, karena alasan itu bisa tumbuh selama kuliah.
Motivasi yang membuat bertahan
Motivasi yang bertahan lama biasanya tumbuh dari dalam diri. Teori penentuan diri dari Ryan dan Deci (2000) menyebut tiga kebutuhan psikologis dasar, yaitu kompetensi atau rasa mampu, otonomi atau rasa punya pilihan, dan keterhubungan atau rasa diterima. Bila ketiganya terpenuhi, motivasi diri cenderung menguat. Dalam keseharian kuliah, rasa mampu tumbuh ketika mahasiswa menyadari bahwa ia kini bisa membaca teks yang dulu terasa asing. Rasa punya pilihan muncul ketika ia menentukan sendiri topik penelitian atau jalur karier yang ingin ditekuni. Rasa diterima hadir ketika ia punya teman belajar dan komunitas yang saling menguatkan. Ketiga kebutuhan ini dapat dijadikan cermin ketika semangat kuliah mulai turun.
Sumber motivasi lain adalah gambaran diri di masa depan. Dörnyei (2009) merumuskan sistem diri bahasa kedua, dan salah satu komponennya adalah diri ideal, yaitu sosok yang ingin dicapai oleh pembelajar (Butler, 2016). Bagi mahasiswa PBA, diri ideal itu bisa berupa guru bahasa Arab yang disukai murid-muridnya, penerjemah kitab, atau pengembang aplikasi belajar bahasa Arab. Meta-analisis Al-Hoorie (2018) atas 32 laporan penelitian menunjukkan bahwa diri ideal berkorelasi cukup kuat dengan niat untuk berusaha, tetapi hubungannya dengan prestasi yang diukur secara objektif lemah. Gambaran diri yang jelas menyalakan niat, sedangkan prestasi tetap menuntut kerja yang teratur.
Saran untuk calon dan mahasiswa baru
Bagi calon mahasiswa, kenali dulu isi kurikulum dan profil lulusan prodi sebelum mendaftar. Keputusan yang diambil dengan informasi yang cukup lebih mudah dipertahankan saat kuliah terasa berat. Dokumen kurikulum Prodi PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat diunduh dari laman resmi prodi (Prodi PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, 2025), sehingga calon mahasiswa bisa melihat sendiri mata kuliah dan peran lulusan yang ditargetkan. Setengah jam membaca dokumen itu sepadan dengan keputusan yang akan dijalani selama empat tahun.
Bagi mahasiswa baru, tuliskan alasan pribadi untuk belajar di PBA dan perbarui alasan itu setiap semester. Alasan yang tertulis lebih mudah diingat ketika tugas menumpuk atau nilai tidak sesuai harapan. Sejalan dengan teori Ryan dan Deci (2000), carilah teman belajar, ikuti kegiatan kebahasaan di kampus, dan pilih satu bidang yang paling menarik untuk diperdalam, entah mengajar, menerjemah, meneliti, atau mengembangkan media. Mahasiswa yang berangkat dari sekolah umum tidak perlu berkecil hati, karena yang menentukan adalah ketekunan berlatih, bukan titik awalnya.
Penutup
Kuliah di Pendidikan Bahasa Arab bukan sekadar belajar sebuah bahasa asing, melainkan menyiapkan diri menjadi pendidik, penerjemah, peneliti, atau pengembang pembelajaran bagi bahasa yang dipakai ratusan juta orang. Peluang itu nyata, tetapi tidak datang dengan sendirinya. Alasan yang jelas, lingkungan yang mendukung, dan latihan yang teratur adalah tiga bekal yang membuat seorang mahasiswa bertahan sampai garis akhir.