Cirebon, 22 September 2026 — Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah dengan tema “Realisasi Implementasi Panca Cinta dalam Pembelajaran di Madrasah” menjadi salah satu rangkaian Gebyar Bahasa Arab 2026 yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Siber Lantai 8 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tersebut dilaksanakan mulai pukul 12.30 hingga 17.00 WIB dan secara khusus menghadirkan guru-guru Bahasa Arab se-Wilayah III Cirebon, mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Selain menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Bahasa Arab, workshop ini merupakan salah satu bentuk pengabdian Program Studi Pendidikan Bahasa Arab kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kompetensi profesional guru Bahasa Arab dan memperkuat hubungan kemitraan antara perguruan tinggi dengan madrasah.
Respons terhadap Kebutuhan Guru Bahasa Arab
Ketua Jurusan PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Nanin Sumiarni, S.Pd.I., M.Ag., menjelaskan bahwa workshop KBC ini merupakan bentuk respons terhadap masukan dari para guru Bahasa Arab yang menginginkan kegiatan yang lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di madrasah.
“Biasanya Gebyar Bahasa Arab kami isi dengan seminar internasional. Namun, dari para guru Bahasa Arab muncul masukan agar ada kegiatan yang lebih praktis dan relevan dengan kebutuhan mereka di madrasah. Karena itu, tahun ini kami menghadirkan workshop Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan tersebut sekaligus bagian dari pengabdian PBA kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, guru Bahasa Arab merupakan mitra strategis bagi perguruan tinggi, terutama Program Studi PBA. Karena itu, hubungan antara kampus dan madrasah perlu dibangun bukan hanya melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui kegiatan pengembangan kompetensi dan berbagi praktik baik.
“Kami berharap workshop ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi menjadi awal dari penguatan kolaborasi antara PBA dengan madrasah dan para guru Bahasa Arab di Wilayah III Cirebon,” tambahnya.
Menghadirkan Perspektif Akademik dan Praktik
Workshop menghadirkan dua narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi. Sesi pertama membahas aspek kebijakan dan landasan implementasi KBC, sedangkan sesi kedua diarahkan pada praktik penerapannya di lingkungan madrasah.
Materi pertama bertajuk “Kebijakan dan Pedoman Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah” disampaikan oleh Hasan Saefuloh, M.Ag., Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Sesi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai arah dan pedoman KBC serta bagaimana konsep tersebut dapat dipahami dalam konteks pendidikan madrasah.
Selanjutnya, materi kedua “Praktik Implementasi KBC di Madrasah” disampaikan oleh Muhammad Rachmatul Aziz, M.Pd., Wakil Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Plus Al Usamah. Materi ini memberikan gambaran praktis mengenai penerapan KBC dalam proses pendidikan dan pembelajaran di madrasah.
Kedua sesi tersebut dipandu oleh Dr. Wahyudin, M.Pd.I. sebagai moderator. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat menyampaikan pengalaman, persoalan, serta kebutuhan mereka dalam menerapkan nilai-nilai KBC di madrasah.
Panca Cinta dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Salah satu perhatian utama dalam workshop adalah bagaimana nilai-nilai Panca Cinta tidak berhenti sebagai konsep dalam dokumen kurikulum, tetapi dapat diwujudkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Bagi guru Bahasa Arab, implementasi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam berbagai aktivitas pembelajaran, baik pada keterampilan menyimak (istima’), berbicara (kalam), membaca (qira’ah), maupun menulis (kitabah), serta pembelajaran mufradat, nahwu, sharaf, dan materi Bahasa Arab lainnya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun suasana pembelajaran yang lebih positif, humanis, menyenangkan, dan mendorong peserta didik untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Arab tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kebahasaan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menanamkan nilai, karakter, kepedulian, penghargaan, dan sikap positif dalam kehidupan peserta didik.
Memperkuat Kemitraan PBA dan Madrasah
Keterlibatan guru Bahasa Arab dari berbagai jenjang pendidikan di Wilayah III Cirebon menjadi bagian penting dari kegiatan ini. PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memandang madrasah sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan Bahasa Arab.
Melalui workshop tersebut, terjadi ruang dialog antara dunia perguruan tinggi dan praktik pendidikan di madrasah. Para guru dapat memperoleh perspektif akademik sekaligus berbagi pengalaman mengenai kondisi nyata pembelajaran di lapangan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PBA untuk memperluas kontribusi keilmuan kepada masyarakat. Sebagai program studi yang menyiapkan calon pendidik Bahasa Arab, PBA tidak hanya berperan dalam mendidik mahasiswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di satuan pendidikan.
Gebyar Bahasa Arab 2026 dengan demikian tidak hanya menjadi ajang pengembangan potensi dan kreativitas kebahasaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertemukan kampus, guru, madrasah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan Bahasa Arab yang lebih kuat.
Melalui workshop “Realisasi Implementasi Panca Cinta dalam Pembelajaran di Madrasah”, PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap para peserta dapat membawa pulang gagasan dan praktik yang dapat diterapkan sesuai dengan konteks masing-masing madrasah.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen PBA untuk terus menghadirkan kegiatan akademik dan pengabdian yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan, serta memperkuat jejaring dengan para guru Bahasa Arab di Wilayah III Cirebon.