
CIREBON, 31 Oktober 2026 – Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memulai program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penguatan Kapasitas Guru Bahasa Arab Madrasah melalui Pedagogi Mahabbah Kurikulum Berbasis Cinta”, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan perdana yang dilaksanakan di lingkungan MI, MTs, dan MA Madinatunnajah, Kota Cirebon, ini menjadi langkah awal pendampingan guru Bahasa Arab melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pedagogis guru Bahasa Arab sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih humanis, kreatif, dan bermakna melalui pendekatan Pedagogi Mahabbah dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan diikuti oleh para guru Bahasa Arab dari Madinatunnajah, MTsN2 Kota Cirebon, dan MTs Salafiyah Kota Cirebon.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MA Madinatunnajah, Totok Subagio, M.Pd.l. Gr., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif Jurusan PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menyelenggarakan program pendampingan bagi guru Bahasa Arab. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah dinilai penting sebagai upaya memperkuat kompetensi pendidik serta mengembangkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Tim PkM, Hasan Saefuloh, M.Ag. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa program pengabdian ini tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang bagi para guru untuk berbagi pengalaman dan mengidentifikasi persoalan yang mereka hadapi dalam pembelajaran Bahasa Arab.
Menurutnya, keterlibatan aktif guru menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan program pendampingan. Oleh karena itu, kegiatan dirancang secara bertahap, mulai dari pemetaan masalah, workshop penguatan kompetensi, praktik pembelajaran, hingga refleksi dan gelar karya.
Sementara itu, Ketua Jurusan PBA FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Nanin Sumiarni, S.Pd.I., M.Ag., menegaskan pentingnya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab. Ia menekankan bahwa guru merupakan pihak yang paling memahami karakteristik, kondisi, dan kebutuhan peserta didik di kelas.
Karena itu, program pendampingan diawali dengan mendengarkan pengalaman guru dan memetakan persoalan pembelajaran yang benar-benar terjadi di madrasah. Pendekatan tersebut diharapkan membuat kegiatan pengabdian lebih tepat sasaran dan menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung dalam proses pembelajaran.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi berdasarkan jenjang pendidikan MI, MTs, dan MA. Dalam diskusi kelompok tersebut, para guru bersama tim pengabdi mengidentifikasi berbagai tantangan pembelajaran Bahasa Arab, meliputi aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, penilaian hasil belajar, serta penciptaan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan.
FGD juga diarahkan untuk menentukan skala prioritas kebutuhan penguatan kompetensi guru. Setiap kelompok memiliki kesempatan menyampaikan pengalaman, kendala, serta alternatif solusi berdasarkan kondisi pembelajaran di masing-masing jenjang. Hasil diskusi kemudian menjadi bahan evaluasi dan dasar penyusunan materi pada pertemuan berikutnya.
Ketua Tim PkM, Hasan Saefuloh, M.Ag., menjelaskan bahwa hasil pemetaan tersebut akan menjadi pijakan dalam merancang materi workshop dan pendampingan selanjutnya. Dengan demikian, materi yang diberikan tidak bersifat umum, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan persoalan nyata yang dihadapi guru Bahasa Arab di madrasah.
Program ini mengangkat pendekatan Pedagogi Mahabbah melalui Kurikulum Berbasis Cinta, yang menempatkan kasih sayang, kepedulian, penghargaan terhadap peserta didik, dan pembentukan suasana belajar yang positif sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkaya praktik pembelajaran Bahasa Arab sehingga tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi dan keterampilan berbahasa, tetapi juga memperhatikan dimensi kemanusiaan dan pembentukan karakter peserta didik.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan kualitas pendidikan madrasah melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan. Melalui program ini, Jurusan PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berupaya menghadirkan hasil pengabdian yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
Lima Tahap Pendampingan Guru Bahasa Arab
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini direncanakan berlangsung dalam lima tahap pertemuan yang saling berkesinambungan. Setelah kegiatan identifikasi masalah dan pemetaan kebutuhan guru pada 31 Oktober 2026, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan:
1. 14 November 2026 – Workshop I: Penguatan konsep Kurikulum Berbasis Cinta dan penyusunan modul ajar.
2. 21 November 2026 – Workshop II: Penguatan asesmen dan simulasi pembelajaran Bahasa Arab.
3. 28 November 2026 – Pendampingan Praktik Mengajar: Implementasi pembelajaran di kelas dengan pendekatan Pedagogi Mahabbah.
4. 12 Desember 2026 – Gelar Karya dan Penutupan: Presentasi hasil pendampingan, refleksi, evaluasi, dan apresiasi terhadap praktik baik pembelajaran yang dikembangkan guru.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Jurusan PBA FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap terbangun kemitraan yang berkelanjutan dengan madrasah. Selain meningkatkan kompetensi pedagogis guru, program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya praktik pembelajaran Bahasa Arab yang inovatif, menyenangkan, penuh kasih sayang, dan relevan dengan tantangan pendidikan di era digital.