
Malaysia, 14 Oktober 2026 — Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC), resmi mengakhiri rangkaian pengabdian mengajar selama sepuluh hari di Malaysia melalui program ITHLA Abroad: International Arabic Language Teaching Program Batch 8. Kegiatan yang berlangsung di Ma’had Tahfidz Al-Qur’an wal Imamah (MATQI) dan Ma’had Ummul Waraqah tersebut ditutup dengan acara perpisahan yang berlangsung khidmat, meriah, dan penuh kehangatan pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi momen istimewa yang menandai berakhirnya rangkaian pembelajaran Bahasa Arab dan interaksi lintas budaya yang telah dijalani mahasiswa bersama para santri. Lebih dari sekadar kegiatan mengajar, program ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogis, membangun komunikasi lintas negara, serta mengenal lebih dekat tradisi pendidikan Islam di Malaysia.
Acara perpisahan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dengan rangkaian kegiatan yang meliputi pembukaan, penampilan berbahasa Arab oleh para santri, serta pembagian hadiah dan cenderamata. Berbagai penampilan yang disuguhkan menjadi gambaran antusiasme santri dalam mengikuti pembelajaran sekaligus bukti terjalinnya kedekatan antara mahasiswa dan peserta didik selama program berlangsung.
Suasana haru dan bahagia mewarnai pertemuan tersebut. Setelah sepuluh hari berbagi ilmu dan pengalaman, mahasiswa dan santri harus mengakhiri kebersamaan yang telah terbangun melalui kegiatan pembelajaran, praktik percakapan Bahasa Arab, dan interaksi sehari-hari. Pemberian hadiah serta cenderamata menjadi simbol apresiasi dan kenang-kenangan atas pengalaman yang telah dilalui bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Wijdan Adib Rozan dan Muhammad Rafly Maulana, mahasiswa PBA UIN SSC yang mengikuti program ITHLA Abroad Batch 8, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat, dukungan, serta antusiasme para santri dan pimpinan ma’had selama kegiatan berlangsung.
Bagi keduanya, kesempatan mengajar secara langsung di lingkungan pendidikan Islam di Malaysia memberikan pengalaman yang tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga mengasah keterampilan dalam merancang dan menyampaikan pembelajaran, mengelola kelas, serta menyesuaikan metode pengajaran dengan karakteristik peserta didik. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mempersiapkan diri sebagai calon pendidik Bahasa Arab yang profesional dan memiliki wawasan internasional.
Apresiasi juga disampaikan oleh pimpinan Ma’had Tahfidz Al-Qur’an wal Imamah dan Ma’had Ummul Waraqah atas dedikasi serta kontribusi mahasiswa UIN SSC selama menjalankan program pengajaran. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para santri untuk semakin mencintai dan mendalami Bahasa Arab, baik melalui pembelajaran kaidah kebahasaan (qawa’id) maupun praktik percakapan (muhadatsah).
Pengalaman belajar bersama mahasiswa dari Indonesia juga menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengenal lingkungan akademik yang berbeda serta memperluas wawasan tentang pembelajaran Bahasa Arab di perguruan tinggi Islam. Dengan demikian, program ini menghadirkan manfaat timbal balik, baik bagi mahasiswa sebagai pengajar maupun bagi santri sebagai peserta didik.
Memperkuat Kompetensi Calon Pendidik Bahasa Arab Bertaraf Internasional
Bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab FITK UIN SSC, keterlibatan mahasiswa dalam ITHLA Abroad merupakan bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik internasional dan memperkuat kompetensi calon pendidik Bahasa Arab. Pengalaman mengajar di luar negeri memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam situasi pembelajaran yang sesungguhnya.
Selain meningkatkan keterampilan mengajar, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan sikap adaptif, kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan multikultural. Interaksi dengan santri dan tenaga pendidik di Malaysia turut memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai keragaman praktik pendidikan Islam serta pentingnya membangun pembelajaran Bahasa Arab yang komunikatif dan kontekstual.
Berakhirnya kegiatan di MATQI dan Ma’had Ummul Waraqah pada 14 Oktober 2026 bukan sekadar penutup rangkaian pengabdian selama sepuluh hari. Momen ini menjadi pengingat bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi di ruang kelas, tetapi juga melalui keteladanan, kebersamaan, dan pertukaran pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam bagi semua pihak.
Melalui program ITHLA Abroad Batch 8, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap hubungan silaturahmi dan kerja sama akademik dengan lembaga pendidikan Islam di Malaysia dapat terus berkembang. Pengalaman yang diperoleh mahasiswa diharapkan menjadi inspirasi untuk terus berinovasi dalam pembelajaran Bahasa Arab sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun jejaring pendidikan Islam di tingkat internasional.
Sepuluh hari mungkin terasa singkat, tetapi ilmu yang dibagikan, persahabatan yang terjalin, dan pengalaman yang diperoleh akan menjadi bagian berharga dari perjalanan akademik mahasiswa. Dari Malaysia, semangat pengabdian itu diharapkan terus tumbuh dan membawa manfaat bagi pengembangan pendidikan Bahasa Arab di masa mendatang.