Cirebon, 21 Agustus 2026 — Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali memperkuat wawasan akademik mahasiswa melalui Podcast PBA yang dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026. Podcast menghadirkan Dr. Rabie Mohamed Mohamed Hefny, akademisi dari Karabük University, Türkiye, sebagai narasumber dengan mengangkat tema pembelajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Podcast dipandu oleh dua host, Muhammad Kelvin Firmansah dan Salman Farhani, yang mengarahkan dialog pada berbagai persoalan dan strategi pembelajaran bahasa Arab bagi peserta didik yang bukan penutur asli bahasa Arab. Pembahasan mencakup tahapan pembelajaran, karakteristik peserta didik, metode pengajaran, pengembangan keterampilan berbahasa, hingga pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran bahasa Arab.
Pembelajaran Bahasa Arab bagi Non-Arab
Dalam dialog tersebut, Dr. Rabie menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab perlu dirancang secara bertahap dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik. Pembelajaran tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan kaidah, tetapi juga perlu memberikan ruang yang memadai bagi peserta didik untuk menggunakan bahasa Arab secara komunikatif.
Berdasarkan bahan diskusi, pembelajaran bahasa Arab bagi non-Arab di Indonesia telah berlangsung sejak tingkat pendidikan dasar dan berlanjut hingga pendidikan tinggi. Namun, masih terdapat tantangan dalam menentukan jumlah jam pembelajaran, materi yang sesuai, serta kesinambungan pembelajaran dari satu jenjang ke jenjang berikutnya.
Dr. Rabie menekankan pentingnya memperhatikan tingkat kemahiran peserta didik dalam menentukan target pembelajaran. Tingkat pemula, menengah, dan lanjut memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga materi, metode, maupun strategi pembelajarannya perlu disesuaikan.
Memulai dari Kebutuhan Peserta Didik
Salah satu isu penting yang dibahas dalam podcast adalah bagaimana memulai pembelajaran bahasa Arab bagi pemula. Apakah pembelajaran sebaiknya diawali dengan kosakata, kaidah nahwu dan sharaf, atau langsung melalui keterampilan berbicara dan komunikasi?
Pembahasan tersebut menekankan perlunya pendekatan yang mampu membuat peserta didik terlibat secara aktif dalam penggunaan bahasa. Pengajaran bahasa bagi pemula perlu mempertimbangkan usia, latar belakang, tujuan belajar, serta kemampuan awal peserta didik.
Bagi pembelajar non-Arab, bahasa Arab sering dipandang sebagai bahasa yang memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Karena itu, guru perlu membangun motivasi dan menciptakan pengalaman belajar yang menarik agar peserta didik tidak mudah kehilangan minat. Dalam diskusi podcast, motivasi belajar menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat dalam pembelajaran bahasa Arab.
Dari Tingkat Dasar hingga Perguruan Tinggi
Podcast juga membahas bagaimana pembelajaran bahasa Arab dapat dikembangkan secara berkelanjutan dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.
Pada tingkat dasar, pembelajaran perlu memperhatikan karakteristik usia peserta didik dan membangun fondasi kemampuan bahasa. Selanjutnya, pada tingkat menengah, pembelajaran dapat dikembangkan menuju kemampuan yang lebih kompleks. Sementara pada tingkat perguruan tinggi, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan berbahasa, tetapi juga mampu menggunakan bahasa Arab untuk kepentingan akademik, penelitian, dan komunikasi ilmiah.
Dr. Rabie juga menyoroti tantangan ketika peserta didik berpindah dari satu jenjang pendidikan ke jenjang berikutnya. Perbedaan tingkat kemampuan dapat menyebabkan kesenjangan kompetensi apabila tidak terdapat kesinambungan target dan materi pembelajaran. Karena itu, diperlukan pemetaan kemampuan dan desain pembelajaran yang berjenjang.
Peran Guru dan Strategi Pembelajaran
Pembahasan podcast turut menyoroti peran guru bahasa Arab dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu peserta didik membangun kemampuan berbahasa secara bertahap.
Strategi pembelajaran perlu diarahkan pada pengembangan keterampilan reseptif dan produktif, yaitu kemampuan memahami bahasa sekaligus menggunakannya. Pembelajaran juga perlu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendengar, berbicara, membaca, dan menulis bahasa Arab secara seimbang.
Dalam konteks pembelajaran bagi non-Arab, pemilihan metode juga perlu mempertimbangkan karakteristik bahasa pertama peserta didik, lingkungan belajar, tujuan pembelajaran, dan tingkat kemahiran mereka.
Pembelajaran Bahasa Arab di Era Kecerdasan Buatan
Menariknya, podcast juga mengangkat perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran bahasa Arab. Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai peluang baru bagi guru dan pembelajar bahasa Arab, termasuk dalam penyediaan materi, latihan bahasa, interaksi, dan pemberian umpan balik.
Dr. Rabie melihat perkembangan AI sebagai bagian dari perubahan lingkungan pembelajaran bahasa pada masa kini. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai pendukung proses pembelajaran, tetapi tetap membutuhkan peran guru dalam menentukan tujuan, memilih materi, mengarahkan penggunaan teknologi, serta memastikan proses belajar tetap efektif dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Hal tersebut menjadi semakin relevan bagi PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang mengembangkan pembelajaran bahasa Arab dalam ekosistem pendidikan berbasis teknologi digital.
Memperkuat Wawasan Global Mahasiswa PBA
Kehadiran Dr. Rabie Mohamed Mohamed Hefny dalam Podcast PBA memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif langsung dari akademisi internasional mengenai pembelajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab.
Melalui format podcast yang dialogis, mahasiswa tidak hanya mendapatkan informasi mengenai teori dan praktik pembelajaran, tetapi juga dapat melihat persoalan pembelajaran bahasa Arab dari perspektif internasional. Diskusi tersebut sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa mengenai tantangan pembelajaran bahasa Arab di berbagai jenjang pendidikan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Jurusan PBA FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menghadirkan ruang akademik yang terbuka, interaktif, berbasis teknologi, dan berwawasan internasional.

Podcast PBA bersama Dr. Rabie menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Arab bagi non-Arab membutuhkan strategi yang berkelanjutan, mulai dari membangun fondasi pada tingkat dasar, mengembangkan kemampuan pada tingkat menengah, hingga mengarahkan mahasiswa perguruan tinggi pada kemampuan akademik dan profesional.
Dengan memadukan pengalaman akademisi internasional, kreativitas mahasiswa, teknologi digital, dan pendekatan pembelajaran yang sesuai kebutuhan peserta didik, PBA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen mempersiapkan calon pendidik bahasa Arab yang kompeten, adaptif, inovatif, dan